Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Semangat Cinta Pertama

Gambar
Semangat Cinta Pertama Cerpen Karangan:  Melda Simanjuntak Kategori:  Cerpen Cinta Pertama ,  Cerpen Patah Hati ,  Cerpen Remaja Lolos moderasi pada: 13 October 2017 Masa SMP adalah masa dimana peralihan menuju ke remaja, setiap jam istirahat pasti masih main lari-larian sama teman-teman khususnya kelas tujuh. “Tangkap aku kalau bisa Wil, cemen kan loe hahahaha” teriak Lena ngeledek Willy. Lena dan Willy adalah teman yang sangat dekat bahkan mereka sering sekali saling curhat tentang diri mereka. pulang sekolah mereka pulang bersama kemudian Lena cerita sama Willy. “Willy, aku mau cerita sama kamu” kataku sambil menendang-nendang batu dijalan. “Apa? Cerita aja kali.” “Gini Wil, aku mau ngaku kalau aku suka sama abang kelas Wil” “Wow.. kamu suka abang kelas yang mana Len? Tumben bisa suka sama cowok heheheh” “Enak aja emang aku suka cowok ya Wil, aku suka sama Bang Rio Wil” “Kok bisa sih Len? Dia kan gak ganteng-ganteng amat, lebih ganteng aku pun” “bukan soal...

Pengemis Profesional

Gambar
Cerpen Karangan:  Guido Gusthi Abadi Kategori: lucu Lolos moderasi pada: 18 October 2017 Entah mimpi apa Rian tadi malam, siang ini ia hanya ingin pergi ke toko buku untuk mem-fotocopy beberapa materi perkuliahan, namun ketika hendak masuk ke dalam toko, ia bertemu dengan pak Saleh -pengemis tua yang terduduk lesu tanpa energi di sisi pintu toko. Rian awalnya hanya mengabaikan ketika masuk, namun sebagai mahasiswa berhati mulia, bunyi mesin fotocopy pun tak mengalihkan fokusnya pada Pak Saleh, setelah selesai ia memasukkan kerjaannya itu ke dalam ransel, lalu beranjak ke luar. Rian menawarkan tumpangan kepada Pak Saleh, sungguh mengundang iba penampilannya, dengan umur sekitar 80 tahun (menurut Rian), menggunakan kemeja batik coklat yang sudah pudar, celana dongker yang kelihatannya adalah celana MDA, dan topi merah putih yang lambangnya sudah terhapus sebagian -topi anak SD. Pak Saleh menjawab tawaran Rian dengan senyum yang bergetar, “Ya Allah” gumam Rian dalam hat...

Cermin Masa Depan

Gambar
Cerpen Karangan:  Betry Silviana Kategori:  Cerpen Fantasi (Fiksi) ,  Cerpen Horor (Hantu) Lolos moderasi pada: 20 October 2017 Damian masih berdiri di depan sebuah cermin. Sebuah cermin bergaya klasik dari kayu berukir yang tak sengaja ia temukan di sebuah kamar kosong di rumah barunya itu. Entah kenapa pemilik rumah sebelumnya meninggalkannya begitu saja di kamar kosong itu. Mata Damian terpaku memandangi cermin antik yang baru saja ia temukan itu. Tiba-tiba jendela kamar terbuka. Semilir angin berhembus kencang ke arahnya. Seorang pria berdiri tepat di belakang Damian. “Cermin itu namanya cermin masa depan.” Pria itu mulai mengeluarkan kata-kata. Ada aura menyeramkan yang terpancar padanya. Damian tersentak kaget mendapati seseorang yang muncul entah dari mana. “Siapa kau? Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau bisa masuk ke sini?” tanyanya bertubi-tubi. Ada perasaan takut yang hinggap di hatinya saat menatap pria itu. Pria itu tersenyum dengan seringai...

Mereka Menyalahkanku atas Pergimu

Gambar
monogatari. “Sini, biar aku ejakan kamu sebuah kisah. Hanya berbagi, bukan untuk dikasihani. Sebuah cerpen untuk mengenang 9 tahun tanpanya. Dan kami memang merindukanmu, Ayah.” Aku memperhatikan gundukan tanah b erkeramik itu lama. Berdiri dihadapannya dan terpekur beberapa saat. Warnanya merah muda. Di bagian paling depan ada sebuah nisan dengan nama dan tanggal yang masih setia menempel disana bertahun-tahun. Tidak buram dan masih jelas dibaca. Nama seseorang yang paling dekat denganku dan dipaksa untuk pergi disaat itu. Sepi, dan aku sendirian disini. Semilir angin membawa aroma bunga kamboja yang sengaja ditumbuhkan di sebelah kuburannya sebagai peneduh, menyerbak kemana-mana. Menambah makna tentang pemakaman adalah tempat peristirahatan terakhir yang paling indah. Karena hanya suasana tenang dan damai yang ada disini. Sepi sekali. Jauh dari hingar bingar kendaraan jalan yang biasa aku nikmati dirumah. Jauh dari suara bising di tengah kota, terpingg...

Jemput aq sayang,,

NO TITEL cwe : syng aku udh plng, kmu jemput aq ya ? Cwo : kmu udh plng ?, kok gak ngabarin lg sick, aq ad acara sma tmn 1jam lagi ya ? Cwe : iya gpp syng, aq tungguin kmu. Cwo : lagian knp ngabarin mendadak sick. Gak ngasih tw lagi. Cwe : maaf syng, kk lagi di kantor, mama lagi sakit,lagi plunya aq kan mau pertama kali, maaf klo nyusahin kamu ;( cwo : iya gpp, tunggu 45mnit lagi ya, cwe : hello syng, yah kok mati sih hpnya,(ngeliatin hpnya terus bunyi si cwok pun matiin hpnya) jam 22.00 setelah acara tmnnya selesai si cwo langsung jemput cewe.nya. Tp gak ktmu,dia ngeaktifi hpnya ad 5sms masuk, lalu di telpon tp hp si cwe gak aktif. ''klo soal gak di jemput gak ush pake matiin hp segala sick'' dia menuju ke rmh cwe.nya, tp gak ad orng, dia pun ingin plng, tp langkahnya terhenti ktk ambulance dtng. Kk si cwe : kmn aj kmu bangsat !'' adiku di rmpok, dia nungguin kmu, bkn nungguin kmatiannya ! Brpa kali aq smz nyuruh dia plng, tp dia...

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Oleh Murni Oktarina Perasaan hangat saat merasakan rasa istimewa, melambungkan angan-anganku sejauh-jauhnya hingga tak terjamah lagi oleh mata manusia manapun. Keberanian menyeruak dari hati yang terdalam menepiskan rasa ragu atas perasaan yang tengah ku rasakan kini. Sejenak aku mencoba singgah dan saat itu juga aku tak mau pergi lagi. Masih tetap singgah walau mungkin tak terlihat. Hanya bisa menepi dan bersembunyi di balik dinding yang bernamakan kerahasiaan. Sungguh aku tahu hal ini tak mudah, namun aku sudah terlanjur terbawa arus atas sosoknya yang indah di pandanganku. Aku merasakan kebahagiaan. Bahagia yang sederhana ketika merasakan rasa istimewa. Tetapi terkadang ada perih yang aku rasakan. Terkadang juga ada sedikit kebahagiaan yang aku dapatkan. Tinggal bagaimana aku bisa memaknai dan sampai sejauh mana aku sanggup bertahan akan perasaan tak terbalas ini. Aku hanya manusia yang memiliki hati dan kebetulan merasakan rasa istimewa pada manusia yang juga memiliki hati. Be...

Bukan Lagi Sahabat

Gambar
Cerpen Karangan:priska Kategori: persahabatan,cerpen sedih Lolos moderasi pada: 4 September 2014 Aku memandang langit yang memerah menandakan matahari terbenam di ufuk barat. Kembali terbayang kisah-kisah kebersamaan bersama Gerry, teman sejati. Teman yang memberi banyak perhatian. Bisa dibilang, ia adalah sahabat sejatiku. Tapi semuanya berubah drastis ketika Gerry memilih yang lain dan meninggalkanku. “Sedih sekali…” gumamku sambil membayangkan banyak petualangan yang terjadi bersama Gerry. Ia cewek tomboy tapi selalu perhatian dengan sahabatnya. Bahkan, ia selalu mendukung aku apa pun masalah yang menimpa diriku. Tapi sekarang semua telah berubah. “Hey kenapa di situ?” tegur seseorang. Aku berbalik. “Ada apa?” tanyaku. “Tidak. Kamu sangat aneh di sini. Sedang apa?” tanya lelaki itu. “Sedang berpikir. Memikirkan seseorang.” Jawabku. “Siapa?” tanya lelaki tak di kenal itu. “Ah… kamu enggak perlu tahu!” jawabku. “Aku mengganggu ya?” tanya lelaki itu. I...

Maafkan Aku Bu

Cerpen Karangan:  Lisdi Diana Kategori:  Cerpen Keluarga ,  Cerpen Sedih Lolos moderasi pada: 14 October 2017 Aku terbiasa mendapati ibuku yang selalu duduk di sofa ruang tengah, ia duduk dan menyalakan televisi walaupun ia tak bisa melihat jelas ke televisi karena kedua matanya mengidap penyakit katarak sedangkan mata sebelah kirinya sudah dioperasi tapi masih tak bisa melihat dengan jelas, hanya bisa melihat sedikit keindahan dunia “Keysha tolong belikan es krim!” Teriak ibuku, aku pun segera menghampiri ibuku “Bu, ibu itu sakit diabetes sama ginjal! ibu gak boleh makan es krim.. apalagi sekarang ibu sedang batuk” ucapku, ibu sama sekali tak mendengar ucapanku ia masih tetap menginginkan eskrim “gak mau tau belikan sekarang!” Pekik ibuku “dasar orangtua keras kepala” ucapku sedikit kasar kepada ibuku “kamu itu anak durhaka! berbicara tak sopan kepada ibumu!” teriak ibuku, tapi aku tak mendengar ucapanya aku terus berlalu membelikannya es krim Tak berapa lama...

Petaka Tahun Baru

Gambar
Cerpen Karangan:  Nanda Dwi Irawan Kategori:  Cerpen Keluarga ,  Cerpen Sedih Lolos moderasi pada: 16 October 2017 Malam pergantian tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Sorak sorak kemenangan melampaui batas akhir hidup seorang penjual kerupuk di desa Jingga. Tak jauh dari kisahku, Maharani. Aku seorang penjual kerupuk yang biasa berjualan, ya bisa dibilang sih kayak pedagang asongan gitu. Sudah lama pekerjaan ini kugeluti, aku mencari pekerjaan sampingan yang tentunya tidak mengeluarkan banyak biaya, hanya sekedar kerupuk dan sebuah sepeda butut peninggalan kakekku. Tentunya aku tidak tinggal seorang diri ada Keli adik perempuanku dan ayahku yang sedang sakit. Ayahku memang dulu seorang pegawai swasta. Tapi karena keadaannya yang tidak memungkinkannya untuk bekerja lagi, aku mengambil alih tugas ayahku sebagai pencari nafkah. Hari itu tiba yaitu hari di mana kesedihan yang mendalam muncul dari hatiku yang paling dalam. Apa itu? Adikku sakit. “Dia...